Berawal dari mencari informasi maka via google ketemulah website www.pengusahamuslim.com yang di dalamnya banyak artikel bermanfaat seperti hukum bisnis syariah dengan bimbingan beberapa ustadz, toko online, bisnis di internet tanpa modal (tanpa modal dimaksud adalah tanpa modal stok).
Dan ternyata wesbite Pengusaha Muslim ini ada milling list yahoo groups nya juga lho… dan ribuan anggota bergabung.
Setelah mengimplementasikan Toko Online Perantara Shop dengan prestahsop maka owner milis KPMI mengajak kami untuk menjadi pembicara di workshop grup milis ini (waktu itu di BPPT).
Seiring berjalan dengan waktu… ternayata grup ini cukup aktif dan pro aktif yang mana secara berkala diadakan workshop oleh para anggotanya … yah dari anggota ke anggota, seperti pada tanggal 27 Februari 2010 di Retro Cafe kami mengikuti workshop mengenai S.E.O (Search Engine Optimation) yang di pandu oleh pak Ipan Pranashakti dan seminar sehari ini hanya di kenakan Rp. 150.000 dengan makanan yang lezat, buah-buahan yang segar, serta suasana nyaman untuk belajar. Biasanya seminar atau workshop mengenai S.E.O ini di patok jutaan rupiah (Rp. 2.000.000 sampai Rp. 5.000.000).
Ternyata baik pembicara dan penyelenggara tidak berniat mengambil laba komersil dari aktivitas ini namun ini sudah yang ke dua kalinya di selenggarakan bahkan salah satu institusi di pulau Batam juga sudah menyelenggarakan acara ini dengan pembicara yang sama (pak Ipan Pranashakti) entah lah sudah berapa ribu orang yang terpuaskan secara ilmu dan informasi oleh pembicara yang satu ini .. karena pak Ipan Pranashakti sering juga menjelaskan seputar internet marketing secara gratis di milis KPMI
Inilah pergerakan masyarakat arus dari bawah yang dapat melingkupi para pejabat kotor di Indonesia, pada akhirnya dan pada suatu saat .. pejabat-pejabat kotor yang kerjanya menyusahkan orang serta untuk mendapatkan materi melalui cara yang tidak baik akan malu sendiri dengan melihat anak-anak muda di sekeliling mereka cukup gesit, produktif, dan kreatif idealis dalam bekerja di dinasnya dalam berusaha mendapatkan rezeki halal … dan akhirnya para koruptor pun mungkin akan tersisih secara psikis dari kehidupan sosial masyarakat… ini bukan mimpi … barang siapa yang percaya dia akan selamat dari penyesalan .. dan barang siapa yang masih pro untuk melakukan korupsi maka akan dilingkupi penyesalaan (iba lah dengan keluarga dan anak-anak kita .. mereka juga pun akan tersisih dari kehidupan bermasyarakat).
Dapat dijadikan contoh dan pembuktian statement di paragraf-paragraf atas sebelumnya…
Kampung internet di Jogja yang dapat menggerakkan pemasaran dan pemesanan untuk produk ekspor non migas .. dan inilah yang menjadi contoh .. misalkan masyarakat dapat hidup sejahtera atas kerjasama sesama warga .. kemudian ada warga lainnya yang bekerja di pemerintahan datang untuk ‘menarik uang pungli’ entah dengan cara bagaimana pun .. apakah tidak malu ?? dan jika anak istrinya sampai mendengar kelakuan pemimpin keluarga mereka berusaha dengan jalan memalukan seperti itu apakah tidak menjadi beban pikiran mereka ??
Seperti di Kabupaten Sragen .. yang mengefisiensikan jalur birokrasi dengan jalan menghubungkan dinas pemerintahannya secara efektif (budget pas namun terlaksana karena mereka memang benar-benar niat) maka wakil rakyat dan pekerja pemerintahan disana harum namanya .. kemanapun keluarga mereka berjalan dapat diterima di masyarakat dengan baik.. pendapatan daerah pun meningkat tajam selama 4 tahun terakhir (dari puluhan milyar ke ratusan milyar) karena singkatnya birokrasi dan baiknya pelayanan di kabupaten tersebut. Padahal bupati di Sragen tersebut backgroundnya bukan dari IT, namun beliau memiliki keyakinan dengan teknologi informasi dan akses internet dia bisa mengubah kotanya.
Pemerintah mungkin perlu menggerakkan usaha swadaya masyarakat seperti ini dan saya tidak menutup sebelah mata karena pemerintah sekarang sepertinya agak lebih baik secara birokrasi dan management dan sebagian sudah mengadakan dan mengusahakan setidaknya mendorong untuk ke arah swadaya masyarakat seperti ini… tapi kerja pemerintah pusat sudah terlalu berat .. (seperti kita lihat, waktu berita hampir habis dengan kegiatan kasus Century, padahal biaya tayang, waktu dan lainnya kemungkinan sudah triliunan juga biayanya oleh karena itu penting juga para pejabat memahami sila ke 3, 4, dan 5 bahwa persatuan lebih penting, musyawarah adalah mencari mufakat secara asas kekeluargaan, demi keadilan sosial bagi SELURUH masyarakat Indonesia … agak malas jika bicarakan pelanggaran satu sama lain … tak ada habisnya.. selesaikan secara cepat, cermat dan tepat .. rubah sistem .. lebih efisien) dan mengharapkan pemerintah daerah pun akan timbul banyak pertanyaan yang klasik adalah infrastruktur, birokrasi, dan lain-lain … apalagi kalau belum paham dan sadar apa ini sih !@#$%^&* maka … tergalilah terus batu bara .. tebang terus hutan … sedot terus minyak … gali lagi gas, timah, emas dan lainnya .. yang mana sumber daya terbaharui dalam waktu ratusan dan ribuan tahun … serta memungkinkan berdampak pada kerusakan lingungan.. inilah maha karya dari suatu pemerintahan yang kurang kreatif.. simpan saja energi untuk kebutuhan lokal .. jangan di eksport .. gak bisa ? kekurangan devisa ?? ya iya lah .. masa ya iya dong .. apa lagi ya iya sih …
Mari kita sebagai Warga Negara Indonesia (tanpa memandang suku, ras, dan agama) bersama saling menolong satu sama lain dalam hal kebaikan agar supaya Negara tercinta Republik Indonesia ini lebih baik.
Kedepannya akan banyak kita temua pejabat pemerintahan yang makmur hidupnya, korupsi enggak, kerja keras iya, berani membela yang lebih lemah dan benar iya, dan ternyata tiap malam mereka melakukan bisnis rumahan sendiri via internet .. bahkan tiap malam ada yang kerjanya berhubungan dengan buyer di benua lain yang beda waktu dan hanya perlu waktu sehabis Sholat Isya sekitar 1 sampai 2 jam!
Salam,
Rachmad Igen
081211686888
*Kritik dan Saran silahkan di telepon atau post disini jika itu lebih nyaman;)



